Karena Hujan Deras, Tembok Penahan Ambruk di Dempo Kota Pagaralam

118
Tembok Penahan
Tembok penahan jalan ambruk di dempo Kota Pagaralam

Tembok penahan di Dempo Rejo, RT 06/RW 03 Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, setinggi 10 meter dengan lebar sekitar 15 meter ambruk. Peristiwa ini terjadi Senin 6 April 2020, sekitar pukul 17.30 WIB, pada saat hujan deras mengguyur Kota Pagaralam.

Pariadi, warga setempat sekaligus pemilik rumah yang ada tepat di samping tembok penahan tersebut, mengatakan ambruknya tembok penahan ini berbarengan dengan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di Kota Pagaralam Senin sore.

“Akibat dari ambruknya tembok penahan tersebut, tanah yang ada di lokasi, mulai dari depan teras rumah juga ikut tergerus ke bawah, bersamaan dengan material bangunan tembok penahan,” akunya.

Sementara Lurah Dempo Makmur, Solekhan ketika dikonfirmasi, membenarkan bencana alam di wilayah kerjanya yaitu tembok penahan dengan tinggi sekitar 10 meter dan lebar sekitar 15 meter ambruk.

Hal ini disebabkan oleh derasnya curah hujan yang mengguyur di Kota Pagaralam pada senin 06/4. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atas bencana ini.

“Mendapat laporan dari masyarakat dan Ketua RT/RW setempat, pihaknya, bersama anggota DPRD Pagaralam Dapil Pagaralam Utara, H Masagus Toyeb (Doger), Senin malam langsung ke lapangan untuk mengecek ke lokasi bencana tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan anggota DPRD Dapil Pagaralam Utara, H Masagus Toyeb, pagi Selasa 7/4, seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Camat, Kelurahan Dempo Makmur beserta masyarakat sudah bergotong royong untuk membersihkan material batu dan tanah dari bencana alam yang terjadi di Dempo Rejo, Kelurahan Dempo Makmur.

“Saya sudah berkoordinasi dengan BPBD dan juga Dinas PU Tata  Ruang Kota Pagaralam, tentang bencana alam yang baru saja terjadi, untuk mencari solusi supaya permasalahan ini bisa cepat ditanggulangi,” ungkap H Masagus Toyeb, Rabu (8/4)

BACA JUGA  Wisuda Universitas PGRI Palembang Ditunda Karena Wabah Covid-19

Karena lanjut Doger, sapaan akrab H Masagus Toyeb, kalau tembok penahan ini tidak segera dibangun, dikhawatirkan tanah yang ada akan longsor, dan rumah warga yang ada di sekitar lokasi tersebut juga ikut ambruk.

“Apalagi sekarang ini musim penghujan, sangat rentan terjadinya bencana longsor,” jelasnya.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Patriot A Mundra mengatakan pihaknya juga telah meninjau lokasi bersama Dinas PU, untuk segera menentukan langkah apa yang akan diambil, tentunya dalam penanganan tanggap darurat, serta merinci biaya yang akan digunakan. “Hanya saja ini masih harus menunggu persetujuan Walikota,” pungkas Mundra.

Senada dengan imbauan Walikota, Patriot A Mundra meminta agar masyarakat selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem serta hujan lebat masih berpotesi terus terjadi di Kota Pagaralam, dan meminta masyarakat untuk mengurangi aktifitas ketika hujan datang.

Facebook Comments