Mendagri Sebut Sudah Perlu Terapkan PSBB

260
Mendagri Tito karnavian tampil diacara live Talk bersama Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Senin (20/4/2020). (ket foto) 

Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menilai provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) sudah perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal ini perlu di lakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 supaya tidak lebih luas.

“Sudah perlu. Bukan hanya di Sumsel saja, menurut saya hampir semua daerah yang dianggap rawan harus terapkan PSBB,” katanya saat diwawancarai oleh Kepala Newsroom Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Wenny Ramdiastuti, lewat aplikasi meeting online, Senin (20/4/2020).

Tito menyebutkan, Sumsel masuk kategori rawan penularan Covid-19, karena letak geografisnya tidak seperti wilayah provinsi seperti Bangka Belitung, Kepulauan Riau maupun Bali yang berbentuk kepulauan.

Proses isolasi yang dilakukan pada tiga provinsi tersebutpun tergolong mudah, karena merupakan wilayah kepulauan.

“Kalau di Sumsel bisa dilihat dikelilingi oleh Jambi, Lampung, Bengkulu dari mana-mana bisa langsung masuk ke Sumsel.”

“Jadi, sangat mudah tertular. Kita tidak tahu penumpang (orang masuk) dari mana ,” ujar Tito

Tito pun mengakui sudah kerap berkomunikasi dengan gubernur Sumsel namun belum menyinggung masalah PSBB di Sumsel.

“Komunikasi sudah banyak, saya sering WA dengan gubernur tapi belum bahas soal PSBB,” katanya lagi.

Tito menegaskan, untuk penerapan PSBB pun harus berdasarkan kajian mendalam atau diperlukan untuk kota-kota yang (pravelensinya) itu tinggi.

Facebook Comments

BACA JUGA  Dalam Minggu Ini, PSBB di Palembang Akan Diberlakukan