New York Pengganti Wuhan Kota Paling Mematikan di Dunia

149
new york
kota new york

New York sekarang menjadi pengganti Wuhan kota paling mematikan di dunia. Virus Corona merupakan mimpi buruk bagi kota berjuluk The Big Apple ini.

Sunyi senyap, seperti kota mati. Itulah gambaran New York terkini. Gegap gempita kota ini nyaris tiada lagi. New York saat ini jadi epicentrum baru penyebaran virus Corona, lebih parah dari Wuhan, kota asal virus tersebut.

Kamis (9/4/2020), New York saat ini dijuluki sebagai ‘Deadliest Place on Earth’ alias Tempat Paling Mematikan di Dunia. Lebih dari 800 kematian akibat virus Corona dilaporkan di kota ini setiap harinya.

Dari data terakhir, ada lebih dari 122 ribu penduduk New York yang positif tertular virus Corona. Angka itu menjadikan kota ini sebagai kota dengan penduduk terbanyak yang mengidap virus Corona di dunia.

“Ini akan jadi hari yang terberat dan paling menyedihkan bagi para penduduk Amerika,” kata Jerome Adams, Sekjen Dokter Bedah AS.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular AS, menyebut keadaan ini akan bertambah parah dalam minggu-minggu ini. Dia yakin kurva belum mencapai puncaknya.

“Minggu depan akan jadi sangat buruk karena kita belum sampai pada puncaknya,” Fauci menjelaskan.

Padahal baru sebulan yang lalu kasus pertama COVID-19 ditemukan di kota New York. Tapi cuma butuh waktu sebulan saja, virus Corona sudah memporak-porandakan New York.

“Coronavirus sungguh kejam. Virus ini adalah pembunuh yang efektif. Orang-orang yang rentan tertular harus tetap diisolasi dan dilindungi,” kata Gubernur New York, Andrew Cuomo.

Sekarang, semua sekolah ditutup, bisnis juga, apalagi sektor pariwisata. Semua berganti dengan rumah sakit darurat yang bertebaran di hampir semua penjuru New York, termasuk di Central Park.

BACA JUGA  Harvard University Professor and Two Chinese Nationals Charged in Three Separate China Related Cases

 

Facebook Comments