Stok Sembako di Prabumulih Aman Hingga Lebaran Idul Fitri

85
Sembako
Kota Prabumulih

Meskipun Kota Prabumulih telah ditetapkan sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19, Namun stok sembako masih tergolong aman. Bahkan stok sembako bisa untuk tiga bulan kedepan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Prabumulih, Pribadi Roso melalui Kepala Bidang Perdagangan, Eviana ketika diwawancarai sejumlah wartawan di Pemkot Prabumulih, Senin (6/4/2020).

“Sembako hingga tiga bulan kedepan atau setelah lebaran (Idul Fitri) kita perkirakan masih aman, beras, sagu, gandum dan lainnya aman hingga tiga bulan kedepan sampai Juli,” ungkapnya.

Eviana mengatakan, hanya saja saat ini gula yang sedikit mengalami pengurangan dimana minggu lalu hanya ada sekitar 20 ton.

Namun jumlah itu hanya di hitung di gudang-gudang besar saja di kota Prabumulih.

“Itu yang di gudang besar tapi yang di toko kecil tidak kita hitung, tapi dalam waktu dekat ini masuk ke toko-toko ritel seperti mini market dan toko pengecer,” katanya.

Ditanya mengenai harga sembako, Evi mengaku untuk sembako masih normal di harga eceran tertinggi, namun gula mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Kalau kemarin Rp 12 ribu per kilogram kini naik mencapai Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram, hanya gula kita yang stok sedikit tipis dan harga naik kalau yang lain tidak ada perubahan,” bebernya.

Eviana menjelaskan, mulai berkurang dan kenaikan harga gula disebabkan beberapa faktor pertama karena adanya isu virus corona dan kedua memang dari pusat belum panen serta menggiling.

“Gula itu kebutuhan pokok dalam negeri hanya 40 persen dipenuhi oleh produk lokal, artinya 60 persen kita tetap impor sementara impor bukan tutup tapi orang yang mau mengimpor juga mereka dalam keadaan kolaps dan takut kalau mereka kekurangan jadi bukan ditutup tapi mereka mau impor harus waspada apalagi dalam jumlah banyak 60 persen,” bebernya.

BACA JUGA  PNS Galau, THR dan Gaji ke-13 PNS Terancam Tidak Cair

Selain itu faktor harga dollar tinggi, dimana menurut Evi jika impor 60 persen maka mau tidak mau akan mempengaruhi harga gula sehingga meningkat.

“Upaya kita agar stok tidak habis, kita sebentar lagi panen raya dan kita ada hubungan ke bulog. Pemerintah Kota Prabumulih juga sekarang sedang memesan sebanyak 640 ton beras berikut mie dan kecap untuk didistribusikan ke warga miskin di Prabumulih,” jelasnya

Facebook Comments