Warga Sumsel sebanyak 83.159 Pastikan Segera Nikmati Kartu Pra-Kerja

299
Warga Sumsel
herman deru pidato
Warga Sumsel sebanyak 83.159 Pastikan Segera Nikmati Kartu Pra-Kerja. Selain mereka yang dirumahkan atau PHK akibat terdampak Covid-19, program dari Presiden Joko Widodo ini juga akan menyasar para UMKM.

Untuk medapat kesempatan menikmati program tersebut Warga Sumsel cukup mendaftar secara online.

Warga Sumsel, lanjut Khoimudin wajib mengirimkan data diri seperti NIK, alamat, nomor ponsel dan email.

“Kartu Pra Kerja ini adalah program nasional dan Warga Sumsel mendapat kuota 83.159 orang. Ini diperuntukkan bagi pekerja yang dirumahkan maupun yang di PHK serta UMKM,” jelas Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Serta data perusahaan seperti nama perusahaan, alamat perusahaan, jabatan dan status pekerja. Semua syarat tersebut dikirimkan melalui email prakerjasumsel@gmail.com.

Adapun tahapannya adalah waktu pelaksanaan pendataan tanggal 4 April dan data Warga Sumsel dari Provinsi dan mitra, tanggal 5 April data ke Kemenko/PMO oleh K/L, tanggal 7 April pembukaan pendaftaran di website Kartu Prakerja www.prakerja.go.id.

Kemudian Tanggal 7-9 April notifikasi Warga Sumsel yang eligible dan meminta peserta untuk mendaftar secara online di web Kartu Prakerja dan tanggal 8-10 April pelatihan akan dimulai secara online.

Warga Sumsel yang sudah mendaftar, akan langsung terdata di Pemprov Sumsel. Mereka nanti akan dikembangkan untuk potensinya masing-masing.

Untuk pendaftarannya sendiri, Warga Sumsel bisa melalui website Kartu Prakerja di laman website www.prakerja.go.id. Di tanggal 7-9 April 2020, akan notifikasi peserta, untuk mendaftar secara online di website Kartu Pra Kerja.

Di tanggal 8-10 April 2020, Warga Sumsel akan dimulai secara online. Untuk tahap selanjutnya penerimaan masih dibuka sampai kuota terpenuhi melalui prakerja.sumsel@gmail.com.

Syarat untuk mendaftar program Kartu Pra Kerja cukup sederhana. Para peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), bukan Warga Negara Asing (WNA).

“Untuk syarat lainnya yaitu berusia minimal 18 tahun ke atas, tidak ada batasan usia maksimal serta tidak sedang mengikuti pendidikan formal, seperti sekolah dan kuliah,” ucapnya.

Gubernur Sumsel mengungkapkan, Warga Sumsel pun akan mendapatkan pelatihan dan dana insentif dengan total Rp 3.550.000 per orang.

Dana tersebut akan diberikan secara bertahan, yaitu pelatihan online sebesar Rp1 juta, Rp600.000 akan diberikan selama empat bulan berturut-turut. Serta uang sebesar Rp150.000 untuk tiga kali survey.

Metode pelatihannya diberlakukan secara online dan offline. Penyelenggara pelatihannya juga berasal dari kalangan berkompeten, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), lembaga pelatihan yang sudah teruji dan lain-lain.

Untuk tahap selanjutnya penerimaan masih dibuka sampai kuota terpenuhi melalui prakerja.sumsel@gmail.com

Setelah itu para korban PHK tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp3.550.000 dengan rincian Rp1 juta untuk pelatihan online, Rp600 ribu perbulan diterima selama empat bulan dan Rp150 ribu tiga kali survey.

BACA JUGA  Wakil Walikota Palembang Cek Kemasan Bantuan Sembako utuk Korban Dampak Virus Covid-19

“Untuk info lanjutannya bisa hubungi Kantor Disnaker kabupaten/kota masing-masing,” katanya.

Adapun data-data tersebut akan dikirimkan ke Kementerian dan diverifikasi selanjutnya tim dari Kementerian akan menghubungi mereka yang lolos verifikasi melalui email masing-masing.

“Nanti setelah diverifikasi mereka juga akan dapat barcode sebagai tanda penerima program ini,” jelasnya.

Menurut Khoimudin, mereka yang terdampak Covid-19 dipersilahkan mendaftar karena akan diupayakan untuk ditampung dulu.

Oleh karena itu Iapun menghimbau pada masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Nanti bantuan ini akan langsung ke si penerima. Jadi kita Pemda tidak menyimpan uang itu, karena langsung disalurkan ke masyarakat,” tambahnya.

Melalui program ini Ia berharap masyarakat sumsel dapat semakin ringan bebannya terutama dalam melanjutkan hidup di tengah musibah wabah Covid-19 saat ini.

“Ketika dia lulus, insentif berhenti tapi sudah dapat ilmu dan kemampuan menghadapi pasar. Dengan adanya Covid-19 ini juga ada hikmahnya, dengan begini yang pencari kerja juga dapat pelatihan. Sebab banyak pencari kerja yang belum punya basic kealihan apapun,” ungkapnya.

Jadwal pendaftaran Kartu Pra Kerja akan ditutup hingga tanggal 9 April 2020 mendatang. Namun jika hingga batas akhir pendaftaran, kemungkinan tidak akan ada perpanjangan masa pendaftaran.

“Jika sudah tutup pendaftaran tidak sampai kuota tidak apa. Semoga Warga Sumsel yang belum daftar bukan karena kurang informasi atau karena tidak berminat, harapannya kita memang tidak banyak yang terdampak,” katanya.

Program Kartu Pra Kerja ini sendiri, diperuntukan untuk pencari kerja, Warga Sumsel yang memang mencari pekerjaan, pekerja yang di PHK atau pekerja yang memang sudah kerja tapi butuh peningkatan kompetensi juga bisa.

Dia berharap dengan pelatihan keahlian dari program Kartu Pra Kerja, Warga Sumsel yang kena PHK mempunyai kemampuan, bisa membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja.

“Harapanya dengan Kartu Pra Kerja ini membuka mata semua orang, bahwa untuk bekerja harus punya modal keahlian,” ujarnya.

“Dan diharapkan nanti saat pelatihan melalui online masyarakat memilih pelatihan yang sesuai kebutuhannya dan bisa mandiri,” jelasnya.

Diketahui, kartu prakerja merupakan program pemerintah pusat yang saat ini diprioritaskan untuk para pekerja yang di PHK akibat Covid-19.

Bahkan saat ini, Presiden Joko Widodo sudah menaikkan anggaran kartu prakerja dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.

Facebook Comments